PUISI : SUNGAI CINTA



Sungai Cinta
Sumasno Hadi


shalawat puisiku masih ngiang
ia menipu mata sebagai kekalahan
ia halus, ia lembut
ingin aku bergerak mengikuti jejaknya
sebagai kepasrahan pada cerita

tiada duga atau pikiran kepala
hanya tanya, hanya tanya
pantaskah aku menatap wajah bulanmu?
berujung permohonan kepada pemilik tabir suci
tuliskanlah puisi segala rahasia

tauhidkanlah ia
lekas akan kugelar sajadah darimu
di permukaan sungai cinta yang basah
sungai yang dipeluk para warna
butiran bunga-bunga

Kayutangi, 8 Oktober 2012

Print PDF

Posting Komentar

0 Komentar