PENDIDIKAN KARAKTER

Selamat datang wahai teman-teman blogger yang hebat !!!


Perkenalkan saya admin blog ini, sebelumnya admin minta maaf bagi teman-teman yang memberikan komentar dan baru admin balas. Blog ini baru admin buka kembali setelah beberapa bulan vakum atau mati suri, setelah admin buka ternyata viewersnya banyak juga akhirnya admin mencoba untuk melakukan post artikel kembali sebagai rasa terima kasih admin.


  • Karakter
Karakter adalah konstelasi yang sangat luas antara sikap, tindakan, motivasi dan keterampilan. Karakter mencakup sikap, tindakan, cara berpikir dan respon terhadap ketidakadilan, interpersonal dan emosional, serta komitmen untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat,bangsa dan Negara.
Katherine M.H. Blackford dan Arthur Newcomb dalam tulisannya tentang analyzing character menjelaskan bahwa orang-orang yang berkarakter yang bisa diharapkan akan maju dan mampu membawa kemajuan adalah mereka yang memiliki ciri-ciri pokok antara lain: kejujuran, bisa dipercaya, setia, bijaksana, penuh kehati-hatian, antusias, berani, tabah, penuh integritas dan bisa diandalkan.
Karakter berkaitan dengan personality walaupun ada perbedaannya. Personaliti merupakan trait bawaan sejak lahir, sedangkan karakter merupakan perilaku hasil pembelajaran. Karakter pada dasarnya diperoleh melalui interaksi dengan teman, orang tua, guru dan lingkungan. Karakter diperoleh dari hasil pembelajaran secara langsung atau pengamatan terhadap perilaku orang lain. Pembelajaran langsung bisa berupa ceramah atau diskusi tentang karakter, sedangkan pengamatan diperoleh melalui pengalaman sehari-hari apa yang dilihat dilingkungan.
  • Definisi Karakter
Menurut Maxwell, karakter jauh lebih baik dari sekedar perkataan. Lebih dari itu, karakter merupakan sebuah pilihan yang menentukan tingkat kesuksesan.
Menurut Wyne, karakter menandai bagaimana cara atau pun teknis untuk memfokuskan penerapan nilai kebaikan ke dalam tindakan atau pun tingkah laku.
Menurut Kamisa, pengertian karakter adalah sifat – sifat kejiwaan, akhlak, dan budi pekerti yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari orang lain. Berkarakter dapat diartikan memiliki watak dan juga kepribadian.
Menurut Doni Kusuma, karakter merupakan ciri, gaya, sifat, atau pun karakteristik diri seseorang yang berasal dari bentukan atau pun tempaan yang didapatkan dari lingkungan sekitarnya.
Menurut W. B. Saunders, karakter merupakan sifat nyata dan berbeda yang ditunjukkan oleh individu. Karakter dapat dilihat dari berbagai macam atribut yang ada dalam pola tingkah laku individu.
Menurut Gulo W. Pengertian karakter adalah kepribadian yang dilihat dari titik tolak etis atau pun moral (seperti contohnya kejujuran seseorang). Karakter biasanya memiliki hubungan dengan sifat – sifat yang relatif tetap.
Menurut Alwisol, karakter merupakan penggambaran tingkah laku yang dilaksanakan dengan menonjolkan nilai (benar – salah, baik – buruk) secara implisit atau pun ekspilisit. Karakter berbeda dengan kepribadian yang sama sekali tidak menyangkut nilai – nilai.
Menurut bahasa, karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu. Dilihat dari sudut pengertian, ternyata karakter dan akhlak tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Keduanya didefinisikan sebagai suatu tindakan yang terjadi tanpa ada lagi pemikiran lagi karena sudah tertanam dalam pikiran, dan dengan kata lain, keduanya dapat disebut dengan kebiasaan. 
  • Pendidikan Karakter 
Pendidikan karakter merupakan salah satu opsi yang harus dioptimalkan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Hal yang menjadi dasar adalah bahwa makna pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia. Artinya,  manusia sebagai makhluk Tuhan harus dibekali dengan hal lain selain kemampuan kognitifnya. Hal lain yang dimaksud pada pernyataan tersebut adalah kemampuan afektif atau sikapnya.
Pendidikan karakter disamakan definisinya dengan pendidikan nilai, pendidikan moral, pendidikan religius, atau pendidikan budi pekerti. Istilah ini makin mengemuka ketika berbagai permasalahan muncul sebagai akibat dari kegagalan dari pendidikan di Indonesia 
  • Fungsi dan Tujuan Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.
Pendidikan Karakter berfungsi untuk : (1) Mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik; (2) Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultural; (3) Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.
Referensi :
  • http://www.informatika.unsyiah.ac.id/umam/bahankarakter1.pdf
  • http://download.portalgaruda.org/article.php?article=437938&val=9298&title=PERAN%20LEMBAGA%20PENDIDIKAN%20FORMAL%20SEBAGAI%20MODAL%20UTAMA%20MEMBANGUN%20KARAKTER%20SISWA
  • https://www.researchgate.net/publication/323364661_Hakikat_Pendidikan_Karakter.
  • https://pndkarakter.wordpress.com/category/tujuan-dan-fungsi-pendidikan-karakter/

Posting Komentar

0 Komentar