Ayo Berlangganan

Ayo Berlangganan

RANGKUMAN PELAJARAN IPA : ALAT INDERA KELAS 6


Makhluk hidup mempunyai ciri-ciri salah satunya adalah peka terhadap rangsang. Manusia memiliki alat untuk menerima rangsang yang datang dari luar, inilah yang disebut alat indera. Alat indera kita yang utama ada lima, kelima indera tersebut biasa  disebut dengan istilah panca indera, yaitu mata, telinga, hidung, kulit dan lidah.

Dengan panca indera, kita dapat melihat benda-benda yang ada di sekitar kita, baik yang indah maupun yang tidak. Kita dapat mendengar suara dan bunyi, baik yang merdu maupun yang membisingkan. Kita dapat mencium bau yang sedap maupun bau busuk. Kita dapat mengecap rasa asin, masam dan pahit. Kita dapat meraba sesuatu yang halus maupun yang kasar.

A. Mata (Indra Penglihatan)

1. Bagian-bagian penting dalam penglihatan
Mata merupakan salah satu indera yang tak ternilai harganya. Mata terdiri atas bola mata yang terletak di dalam lekuk mata. Dalam bola mata terdiri atas bagian - bagian penting dalam penglihatan, yaitu selaput pelangi (iris), pupil, selaput tanduk (kornea), lensa mata, badan bening, selaput jala (retina), dan saraf mata.
Gambar. http://batumartaclicker.blogspot.com/2017/02/sistem-indra-pada-manusia.html

a. Selaput Pelangi (Iris)
  1. Selaput pelangi memberikan pola warna pada mata kita.
  2. Bagian tengah iris mata terdapat anak mata (pupi) yang berfungsi mengatur cahaya yang masuk ke mata.
  3. Pupil akan mengecil jika cahaya yang diterima mata terlalu banyak, dan akan membesar jika cahaya yang diterima terlalu sedikit.
b. Selaput Tanduk (Kornea)
  1. Kornea bersifat transparan dan tidak berpembuluh darah.
  2. Berfungsi meneruskan cahaya yang masuk ke mata menuju bagian retina.
c. Lensa Mata
  1. Bersifat elastis, dapat mencembung dan memipih.
  2. Berfungsi memusatkan cahaya yang masuk ke mata agar bisa jatuh tepat ke retina.
d. Badan Bening
  1. Merupakan bagian paling luas, tepatnya dibelakang lensa.
  2. Badan bening berisi zat seperti agar-agar.
  3. Berfungsi meneruskan cahaya dari lensa mata ke retina.
e. Selaput Jala mata (Retina)
  1. Bersifat sangat peka terhadap cahaya yang masuk ke mata, karena mempunyai sel-sel saraf penerima.
  2. Berfungsi meneruskan rangsang cahaya ke saraf mata.
f. Saraf Mata
  1. Berfungsi meneruskan rangsang cahaya yang diterimanya ke susunan saraf pusat di otak.
  2. Setelah rangsang diterima otak, barula kita bisa melihat.
2. Bagian-bagian yang melindungi mata

Gambar. https://sd.prasacademy.com/2019/08/mata-indra-penglihat.html
  • Alis mata, berguna untuk menghindarkan masuknya keringat ke mata.
  • Kelopak mata, berguna untuk melindungi mata dari debu, asap, keringat dan benda asing lainnya.
  • Bulu mata, berguna untuk mengurangi cahaya dan kotoran yang masuk.
  • Kelenjar air mata, menghasilkan air mata yang berguna untuk membasahi kornea.
3. Menjaga Kesehatan Mata
Banyak cara yan dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan mata kita, antara lain :
  1. Tidak menatap cahaya yang terlalu kuat, misalnya cahaya matahari.
  2. Tidak membaca buku terlalu dekat dengan mata, membaca buku yang baik kira-kira 30 cm dari mata.
  3. Dalam waktu-waktu tertentu mata perlu di cuci dengan boor water.
  4. Sering makan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A. Orang yang tidak bisa melihat disebut tunanetra.
B. Telinga (Indera Pendengar)

Kita dapat mendengar suara radio, suara musik, dan suara kicau burung karena kita mempunyai alat pendengar, yaitu telinga. Telinga terdir dari 3 bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
Gambar. https://www.nidokna.com/2016/10/bagian-dan-fungsi-indera-pendengar.html
  1. Telinga bagian luar, berguna untuk menangkap bunyi. Pada bagian ini terdapat daun telinga, lubang telinga, kelenjar minyak, dan selaput gendang.
  2. Telinga bagian tengah, berguna untuk menghantarkan bunyi. Pada bagian ini terdapat tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Pada bagian ini juga terdapat saluran Eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan antara telinga dengan mulut. Gendang telinga menangkap getaran suara untuk diteruskan ke tulang-tulang pendengaran. Tulang pendengaran menerima getaran untuk diteruskan ke telinga dalam.
  3. Telinga bagian dalam, berguna untuk mendengarkan bunyi. Pada bagian ini terdapat tingkap jorong, tingkap bundar, aluran saluran setengah lingkaran, dan rumah siput. Di dalam rumah siput ada cairan limfa. Getaran dari telinga tengah di terima tingkap jorong dan rumah siput. Cairan pada rumah siput ikut bergetar. Getaran rumah siput merangsang ujung-ujung saraf untuk diteruskan ke otak, sehingga kita dapat mendengar.
Agar telinga kita tetap sehat dan berfungsi dengan baik, maka :
  • Kalau ada suara atau bunyi yang terlalu keras, cepat-cepat kita tutup lubang telinga kita.
  • Tidak membersihkan telingan dengan alat-alat yang dapat merobak selaput gendang, terutama alat-alat yang runcing dan keras.
Orang yang tidak bisa mendengar sama sekali disebut tuli atau tunarungu.

C. Hidung (Indera Penciuman)

Hidung selain untuk jalan pernapasan juga sebagai indera penciuman, Bau yang harum atau busuk dapat tercium jika uap zat yang berbau sampai ke dalam hidung. 
Gambar. https://dosenbiologi.com/manusia/bagian-bagian-hidung

  1. Rangsangan yang di timbulkan oleh zat tersebut diterima oleh ujung-ujung urat saraf yang merupakan indera pembau. Rangsangan bau tersebut di teruskan ke otak, sehingga kita dapat mencium dan mengetahui jenis bau tersebut.
  2. Indera pembau ini terletak pada selaput lendir di rongga hidung bagian atas, pada kerang hidung atas dan pada permukaan atas kerang hidung tengah. Jika kita terserang pilek, maka kita tidak akan bisa mencium dengan baik, karena selaput lendir lubang hidung membengkak dan berlendir lebih banyak. Akibatnya rangsang yang berupa bau tidak sampai pada indera pencium. Selain flu, pilek, dan lain-lain, penyakit hidung yang paling berbahaya adalah polip. Penyakit polip berupa pembengkakan pada hidung.
  3. Di dalam rongga hidung terdapat bulu-bulu hidung dan selaput lendir. Bulu hidung dan selaput lendir berguna untuk menahan kotoran yang terbawa udara yang kita hirup.
D. Lidah (Indera Pengecap)

Pada saat kita makan atau minum, kita dapat merasakan makanan atau minuman. Hal ini dikarenakan manusia memiliki indera pengecap yaitu lidah. Berikut penjelasan mengenai indera pengecap/perasa (lidah).
  1. Permukaan lidah kasar karena dipenuhi bintil-bintil. Pada bintil-bintil itu terdapat ujung-ujung saraf pengecap. Makanan dan minuman dalam mulut kita akan merangsang ujung-ujung saraf pengecap dan rangsang itu di teruskan ke otak. Oleh karena itu kita dapat mengecap makanan dan minuman. Selain untuk mengecap lidah juga berfungsi sebagai : (a) Mengucapkan kata-kata. Oleh karena itu lidah dapat digerak-gerakkan dalam berbagai bentuk dan sikap agar dapat melafalkan berbagai kata dan suara. (b) Berperan dalam mengambil, memakan, dan menghaluskan makanan dengan selaput lendir yang menutupi lidah.
  2. Bagian-bagian lidah yang peka terhadap rasa tertentu adalah sebagai berikut : (a) Ujung lidah peka terhadap rasa manis, (b) Pangkal lidah peka terhadap rasa pahit, (c) Tepi lidah peka terhadap rasa asam, (d) Bagian ujung lidah sampai agak kesamping peka terhadap rasa asin.
E. Kulit (Indera Peraba)

Tubuh kita seluruhnya dilapisi oleh kulit. Selain berfungsi sebagai pelindung, kulit juga berfungsi sebagai indera peraba. Berikut ini penjelasan fungsi kulit sebagai berikut :
  1. Sebagai indera peraba, kulit bertugas menerima rangsangan. Pada lapisan kulit tersebar ujung-ujung saraf peraba.
  2. Bila kita memegang benda maka akan menimbulkan rangsang. Rangsangan yang diterima ujung-ujung saraf peraba akan di teruskan ke otak. Dengan demikian dapat merasakan halus dan kasar sebuah permukaan benda. Selain itu dapat merasakan panas, dingin, sakit, atau nyeri.
  3. Bagian kulit yang paling peka terhadap rangsangan, yaitu bagian yang terdapat pada bibir dan ujung jari.
  4. Ujung-ujung saraf peraba juga terdapat pada dinding alat-alat dalam, misalnya dinding usus. Oleh karena itu, kita dapat merasakan sakit dan nyeri pada alat-alat tersebut.
Selain sebagai indera peraba, kulit juga berfungsi sebagai pelindung tubuh, pengatur suhu tubuh, tempat keluarnya keringat dan menjaga masuknya kotoran atau bibit penyakit ke dalam tubuh. Kulit terdiri dari 2 lapisan yaitu, lapisan ari dan lapisan jangat.
  1. Lapisan ari. Kulit ari merupakan lapisan kulit yang tipis dan terdiri dari sel-sel yang sebagian masih hidup dan sebagian lagi sudah mati. Pada kulit ari terdapat pembuluh darah, kelenjar keringat, dan ujung-ujung urat saraf.
  2. Lapisan Jangat. adalah bagian kulit yang tebal. Pada lapisan jangat inilah rambut-rambut pada kulit kita berakar

Posting Komentar

0 Komentar