Ayo Berlangganan

Ayo Berlangganan

MITOS MENULIS DAN BENTUK KARANGAN

Menulis dalam pandangan Graves (1978) :
  1. 1. Orang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa ia menulis, menulis atau mengarang memang memerlukan waktu, energi, pikiran, dan perasaan. sebenarnya, banyak hal yang dapat dilakukan dengan /dan diperoleh dari menulis. contohnya pada zaman kemerdekaan, hasil tulisan Soekarno dapat membakar semangat nasionalisme menentang penjajahan. Zaman pergolakan Mohamad, tulisan mampu membakar dan membangkitkan semangat orang untuk menghadapi kezaliman penguasa.
  2. Orang enggan menulis karena merasa tidak berbakat dalam menulis, karena menulis merupakan sebuah kemahiran, maka penguasaannya memerlukan proses belajar dan latihan yang sistematis dan terus-menerus.
  3. Orang enggan menulis karena merasa tidak tahu bagaimana menulis, pengetahuan karang-mengarang, tetapi proses belajar yang dialaminya kurang memicu minat dan memberinya pengalaman yang bermakna untuk menulis secara kreatif berbagai corak karangan. beberapa hal yang mempengaruhi karena kurangnya masukan atau balikan yang memadai dari pembaca.
Smith (1981) menegaskan bahwa pengalaman belajar menulis yang dialami anak di sekolah tidak dapat dilepaskan dari kondisi gurunya sendiri.
Mengarang adalah akumulasi kemampuan yang terdiri dari berbagai daya (daya pikir, daya nalar, daya rasa) yang berkaitan dengan penguasaan persoalan kebahasaan,psikososial, tata tulis, dan pengetahuan tentang isi tulisan.
Karangan Ilmiah (scientific paper) dapat didefinisikan sebagai tulisan atau karangan yang menyajikan hasil riset dan pemikiran keilmuan (derntl, 2009). dengan demikian karangan ilmiah berisikan sajian tentang gagasan atau pemikiran yang didasarkan pada bukti-bukti empirik atau kajian teoritis yang dapat dilacak dan/atau dibuktikan kebenarannya. sedangkan karangan sastra dapat didefinisikan sebagai tulisan atau karangan kreatif yang merefleksikan kehidupan nyata dan mengandung keindahan.
No. Aspek Karangan Ilmiah Karangan Sastra
1 Sasaran pembaca
Kelompok yang memiliki minat dan latar belakang pengetahuan tertentu.
Kelompok Umum
2 Tujuan Menjelaskan atau mempengaruhi pendapat orang lain berdasarkan bukti atau teori tertentu yang dapat di pertanggungjawabkan secara ilmiah. Menghibur, mendidik, dan/atau mempengaruhi pendapat orang lain melalui kekuatan estetika bahasa.
3 Isi Pengetahuan yang berisi bukti-bukti empirik, pemikiran, atau kajian teoritis, yang bersifat objektif. Realita kehidupan nyata atau khayalan, dan besifat subjektif.
4 Bahasa Lugas, kata-kata/istilah teknis (keilmuan), dan taat asas dalam pemakaian kaidah bahasa perbedaan penafsiran antarpembaca atas isi karangan dihindari. Banyak kata konotatif dan jika perlu kaidah bahasa dapat dilanggar.
Memanfaatkan kekuatan kata-kata dan perangkat bahasa lainnya untuk membangkitkan daya imajinasi pembaca.
Perbedaan penafsiran antar-pembaca atas isi karangan diperbolehkan.
5 Penyajian Mengikuti pola sajian tertentu. Struktur karangan terdiri atas: pendahuluan, isi (termasuk pembahasan), simpulan/rekomendasi, dan daftar pustaka.
Paparan: dilengkapi dengan gambar atau piktorial (chart, diagram, tabel) dan/atau sumber kutipan pendapat ahli untuk mendukung/menolak suatu gagasan.
Pola saji relatif bebas tergantung tipe karya sastra dan kreatifitas penulis.
Dalam struktur karangan tidak ada simpulan/rekomendasi eksplisit dan daftar pustaka. dapat dilengkapi dengan gambar.

Posting Komentar

0 Komentar