Ayo Berlangganan

Ayo Berlangganan

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK


Pengetian Teori

Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antarvariabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Teori memiliki arti yang berbeda-beda pada bidang-bidang pengetahuan yang berbeda pula tergantung pada metodologi dan konteks diskusi.

Pengertian Teori Menurut Para Ahli
  1. Menurut Kneller menyatakan bahwa Teori pertama memiliki dua makna, bahwa itu ialah teori empiris, yang arti nya bahwa sebagai hasil pengujian hipotesis dengan observasi dan eksprimen.
  2. Menurut Calvin S. HALL menyatakan bahwa teori ialah suatu hipotesis (dugaan sementara) yang belum terbukti atau spekulasi tentang sebuah fakta bahwa itu adalah tidak pasti.
  3. Menurut Emory & Cooper Teori ialah seperangkat konsep, definisi, proposisi, dan variabel yang berhubungan satu sama lain yang secara sistematis dan memiliki umum, yang sehingga mereka bisa menjelaskan dan memprediksi fenomena (fakta) tertentu.
  4. Menurut Travers menyatakan bahwa teori generalisasi dimaksudkan untuk menjelaskan suatu fenomena dan generalisasi harus prediktif. Teori ini terdiri dari generalisasi yang dimaksudkan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena.
  5. Menurut Gardner Linzey menyatakan bahwa teori ialah suatu hipotesis (dugaan sementara) yang belum terbukti atau spekulasi tentang fakta bahwa itu adalah tidak pasti.
  6. Menurut Fawcett menyatakan bahwa Teori ialah suatu deskripsi dari fenomena tertentu, yang penjelasan tentang hubungan antara fenomena atau prediksi tentang suatu penyebab dan konsekuensi dari fenomena fenomena lainnya.
  7. Menurut Manning menyatakan bahwa Teori ialah suatu seperangkat asumsi dan kesimpulan logis yang mengaitkan satu set variabel satu sama lain. Teori ini akan menghasilkan prediksi yang bisa dibandingkan dengan pola yang diamati.
  8. Menurut Stevens menyatakan bahwa teori ialah suatu pernyataan yang isinya menyebabkan atau ciri beberapa fenomena. 
  9. Menurut Nazir menyatakan bahwa Teori ialah suatu opini diajukan sebagai penjelasan dari suatu peristiwa atau kejadian.
  10. Menurut Kerlinger menyatakan bahwa Teori ialah suatu konsep yang berhubungan satu sama lain yang berisi suatu pandangan sistematis fenomena.
  11. Menurut Littlejohn & Karen Foss menyatakan bahwa Teori ialah suatu sistem konsep-konsep abstrak dan hubungan dari suatu konsep yang membantu kita untuk memahami fenomena.
  12. Menurut Jonathan H. Turner menyatakan bahwa Teori ialah suatu proses mengembangkan ide-ide yang membantu kita untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi.
  13. Menurut Ismaun menyatakan bahwa Teori ialah suatu pernyataan yang berisi kesimpulan substantif tentang keteraturan.
Pengertian Belajar

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya.

Pengertian Belajar Menurut Para Ahli
  1. Menurut Doris Lessing (dalam buku Pembelajaran. Andrias Harifa,2001 : 1) Belajar adalah mengerti sesuatu yang telah diketahui sepanjang hidup tetapi dengan pemahaman yang berbeda.
  2. Menurut Ahmad Mudzalir (1997 : 33) Belajar adalah syarat mutlak untuk menjadi pandai dalam segala hal baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun keterampilan.
  3. Menurut teori ilmu jiwa Gestalt (dalam buku Psikolog Pendidikan. Alisuf Sabri,1996 : 72) : Belajar bukan hanya sekedar proses asosiasi antara stimulus dengan respon yang diperkuat dengan koneksi-koneksi atau conditioning dengan melalui latihan-latihan atau ulangan-ulangan.
  4. Cronbach mengemukakan bahwa belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan  tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
  5. Menurut M. Ngalim Purwanto dalam buku “Psikologi  Pendidikan” Belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yang  menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan  sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian.
  6. Wittig (dalam Syah, 2003 : 65-66),  belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam/keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman.
  7. Suprijono (2010) : Belajar dalam idealisme berarti kegiatan psiko-fisik-sosio menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya.
  8. Syah (2008) : Belajar merupakan tahap perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju dari pada keadaan sebelumnya.
  9. Thursan Hakim (2002) : Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kecakapan pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya fikir, dan lain-lain kemampuannya.
  10. Trianto (2011) : Belajar sebagai perubahan pada individu yang terjadi melalui pengalaman dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau karekteristik seseorang sejak lahir.
  11. Winkel (2009) : Belajar merupakan suatu aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan yang relatif konstan dan berbekas.
  12. Sagala (2005) : Belajar merupakan suatu proses perubahan prilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek dan pengalaman tertentu.
  13. Sanjaya (2008) : Belajar dianggap sebagai proses perubahan perilaku sebagai akibat dari pengalaman dan latihan.
  14. Sardiman (2008) : Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan, misalnya membaca, menulis dan sebagainya serta belajar itu akan lebih baik jika si subjek mengalami dan melakukannya.
  15. Skinner (dalam Mudjiono dan Dimyati, 2006) : Belajar didefenisikan sebagai suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik, sebaliknya, bila ia tidak belajar maka responnya menurun.
  16. Slameto (2010) : Belajar pada hakikatnya adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.
  17. Sudjana (2010) : Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti penambahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu-individu yang belajar.
  18. Dimyati dan Mudjiono (2006) : Belajar merupakan suatu proses internal yang kompleks, yang terlibat dalam proses internal tersebut adalah yang meliputi unsur afektif, dalam matra afektif berkaitan dengan sikap, nilai-nilai, interes, apresiasi, dan penyesuaian perasaan sosial.
  19. Djamarah dan Zain (2010) : Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi.
  20. Hamalik (2010) : Belajar adalah bukan suatu tujuan tetapi merupakan proses untuk mencapai tujuan. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman.
  21. Hamzah (2006) : Belajar merupakan suatu proses yang sistematis yang tiap komponennya sangat menentukan keberhasilan anak didik.
  22. Menurut Hilgard & Bowner (1987 : 12) Belajar sebagai suatu proses yang mana suatu kegiatan berasal atau berubah lewat reaksi dari suatu situasi yang dihadapi dengan karakteristik-karakteristik dari perubahan-perubahan aktifitas tersebut tidak dapat dijelaskan dengan dasar kecenderungan-kecenderungan reaksi asli,kematangan atau perubahan-perubahan sementara dari organisme.
  23. Hilgard (dalam Sanjaya, 2007) : belajar adalah proses perubahan melalui kegiatan atau prosedur latihan baik latihan di dalam laboratorium maupun dalam lingkungan alamiah.
  24. Hudoyo (1990) : Belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang. Seseorang dikatakan belajar, bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu menjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku.
  25. Reber (dikutip Suprijono, 2010) : Belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan.
  26. Riyanto (2010) : Seseorang dikatakan belajar kalau dapat melakukan sesuatu dengan cara latihan-latihan sehingga yang bersangkutan menjadi berubah.
Pengertian Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar behavioristik merupakan teori belajar yang lebih mengutamakan pada perubahan tingkah laku siswa sebagai akibat adanya stimulus dan respon. Teori belajar behavioristik lebih memfokuskan untuk mengembangkan tingkah laku siswa ke arah yang lebih baik.

Manfaat Teori Belajar Behavioristik
  • Membantu guru untuk memahami bagaimana siswa belajar,
  • Membimbing guru untuk merancang dan merencanakan proses pembelajaran,
  • Memandu guru untuk mengelola kelas,
  • Membantu guru untuk mengevaluasi proses, perilaku guru sendiri serta hasil belajar siswa yang telah dicapai,
Kelebihan dan Kekurangan Teori Behavioristik 
Kelebihan
  1. Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleks, dan daya tahan.
  2. Mampu mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif.
  3. membawa siswa menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan peserta didik untuk bisa bebas berkreasi dan berimajinasi.
Kekurangan
  1. Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher centered learning), bersifat meanistik, dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur.
  2. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.
  3. Siswa ( tori skinner ) baik hukuman verbal maupun fisik seperti kata – kata kasar , ejekan , jeweran yang justru berakibat buruk pada siswa.
  4. Tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan atau belajar yang tidak dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon.
  5. Tidak mampu menjelaskan alasan-alasan yang mengacaukan hubungan antara stimulus dan respon ini dan tidak dapat menjawab hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyimpangan antara stimulus yang diberikan dengan responnya.
Penerapan Teori Behavioristik dalam Pembelajaran

Teori belajar behavioristik menekankan terbentuknya perilaku terlihat sebagai hasil belajar.Teori belajar
behavioristik dengan model hubungan stimulus respons, menekankan siswa yang belajar sebagai individu yang pasif. Munculnya perilaku siswa yang kuat apabila diberikan penguatan dan akanmenghilang jika dikenai hukuman (Nasution, 2006:66). Penerapan teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa komponen seperti: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, karakteristik siswa, media, fasilitas pembelajaran, lingkungan, dan penguatan (Sugandi, 2007:35).

Teori belajar behavioristik tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan yang mempertemukan unsurunsur yang diamati (Putrayasa, 2013:49) Teori belajar behavioristik menekankan pada perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon, sedangkan belajar sebagai aktivitas yang menuntut siswa mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari. Menurut Mukinan (1997:23), beberapa prinsip tersebut, yaitu: (1) teori belajar behavioristik beranggapan yang dinamakan belajar adalah perubahan tingkah laku. Seseorang dikatakan telah belajar jika yang bersangkutan dapat menunjukkan perubahan tingkah laku, (2) teori ini beranggapan yang terpenting dalam belajar adalah adanya stimulus dan respons, karena hal ini yang dapat diamati, sedangkan apa yang terjadi dianggap tidak penting karena tidak dapat diamati, dan (3) penguatan, yakni apa saja yang dapat menguatkan timbulnya respons, merupakan faktor penting dalam belajar. Pendidikan berupaya mengembangkan perilaku siswa ke arah yang lebih baik.

Tokoh-Tokoh Teori Belajar Behavioristik
  • Edward Thorndike (31 Agustus 1874 sampai 9 Agustus 1949) merupakan seorang psikolog berkebangsaan Amerika yang dikenal menghabiskan hampir seluruh karirnya di Columbia University. Karya yang diciptakannya dalam bidang Psikologi Perbandingan dan proses pembelajaran akhirnya berhasil membuahkan dasar ilmiah dalam psikologi pendidikan modern
  • Ivan Petrovich Pavlov Tokoh selanjutnya adalah Ivan Pavlov (lebih dikenal dengan julukan Pavlov saja, 14 September 1849 sampai 27 Februari 1936), merupakan fisiolog sekaligus dokter asal Rusia. Pavlov terkenal dalam pembahasan teori behavioristik karena percobaannya terhadap anjing.
  • Burrhus Frederic Skinner (20 Maret 1904 sampai 18 Agustus 1990) adalah seorang psikolog dari Amerika yang terkenal akan aliran behaviorismenya. Skinner memiliki pendapat bahwa hubungan antara stimulus dengan respon yang ditunjukkan individu atau subyek terjadi melalui interaksi dengan lingkungan. Respon yang ditunjukkan pun tak seluruhnya merupakan hasil dari rangsangan yang ada, tetapi karena interaksi antara stimulus yang menghasilkan respon. Respon menghasilkan konsekuensi. Pada akhirnya konsekuensi akan menghasilkan atau memunculkan perilaku.

Sumber :
  • https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/810424 
  • http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/94/94
  • http://journal.iaimsinjai.ac.id/index.php/al-qalam/article/view/239/158
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Teori
  • https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-teori/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Belajar
  • https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-belajar/
  • https://mtsmu2bakid.sch.id/menakar-perbedaan-kelebihan-dan-kekurangan-teori-belajar-behavioristik-kognitif-kontruktivistik-dan-humanistik/
  • https://www.kompasiana.com/nn55/55003fa8a33311a96f510831/perkembangan-dan-manfaat-teori-pembelajaran
  • https://dosenpsikologi.com/teori-belajar-behavioristik

Posting Komentar

0 Komentar