Ayo Berlangganan

Ayo Berlangganan

RANGKUMAN KONSEP DASAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MODUL 5 DAN 6

 


Tujuan utama pendekatan penelitian sosial adalah membangun teori atau secara umum membangun pengetahuan. Untuk membangun pengetahuan atau  teori diperlukan akta, konsep dan generalisasi.

Menurut  BANKS (1977:43) Ilmu pengetahuan merupakan proses dan produk berupa tubuh pengetahuan teoritis (body of theoretical knowledge).Oleh karena itu, Proposisi (pernyataan) dan generalisasi (kesimpulan) selalu terbuka untuk direvisi (diperbaiki, disempurnakan).Proses dan Produk ilmu pengetahuan selalu bersifat interaktif. Metode ilmiah memungkinkan para ilmuwan merevisi dan menyempurnakan teorinya.

Masalah ada dalam pikiran berkaitan dengan gejala yang tampak atau dapat ditangkap oleh panca indra kita.

Dalam tahap masalah model tersebut diatas tugas guru adalah menyajikan situasi yang mengandung masalah.

Suatu hipotesis seyogyanya dirumuskan berdasarkan asumsi (assumption), sedangkan yang dimaksud dengan asumsi adalah pernyataan mengena hal-hal yang berhubungan dengan unsur-unsur yang dipermasalahkan yang diterima sebagai kebenaran tanpa bukti-bukti.

Data berasal dari bahasa latin datum yang artinya satu informasi petunjuk. Apabila informasi itu lebih dari satu disebut data.Jadi, datum bersifat tunggal, sedangkan data bersifat jamak. Oleh karena itu, tidak tepat apabila anda menyebut data-data, cukup data saja.Data dapat berbentuk kenyataan yang dapat ditangkap oleh panca indra (dilihat, didengar, dirasa, dicium, diraba).

Untuk mendapatkan data yang terpercaya diperlukan instrumen atau alat  pengumpulan data dan teknik pengumpulan data yang memadai. Instrumen yang baik adalah alat yang dapat mengukur apa yang seharusnya diukur dan ini dikenal sebagai alat yang valid atau sahih. Kesimpulan adalah hipotesis yang telah diuji dan dibuktikan kebenarannya.

Konsep merupakan suatu kata atau pernyataan abstrak yang berguna untuk mengelompokkan benda, ide, atau peristiwa (Banks, 1977:85).

Banks (1977: 97) merumuskan bahwa generalisasi adalah pernyataan mengenai keterkaitan dua konsep atau lebih contohnya, perilaku guru di muka kelas merupakan produk interaktif antara kompetensi mengajar guru dengan lingkungan belajar.

Teori atau konstruk merupakan bentuk pengetahuan tertinggi yang dapat digunakan untuk menerangkan dan memperkirakan perilaku manusia (Banks, 1977 : 103).

Emosi, nilai, dan sikap,dan perilaku sosial merupakan dimensi sosial dan personal yang perlu dikembangkan dalam pengajaran IPS. Emosi pada dasarnya bersifat peka dan saling melengkapi dengan rasio yang cenderung bersifat teliti dan tanggap.Nilai merupakan sesuatu yang berharga dan dipandang berharga sedang sikap merupakan kecenderungan berbuat.

Emosi, nilai, dan sikap, dan perilaku sosial dapat dikembangkan dalam suasana pembelajaran formal dan informal.

Dalam pembelajaran formal terdapat model-model pendekatan transmisi nilai secara bebas terarah penanaman nilai, suri teladan, klarifikasi nilai terintegrasi struktur. Berikut pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS SD.

  1. Pendekatan ekspositori berorientasi nilai.
  2. Pendekatan analitik keteladanan.
  3. Pendekatan kajian nilai.
  4. Pendekatan integratif konsep dan nilai.

Semua pendekatan sosial personal memiliki saling keterkaitan dengan pendekatan kognitif. Metode mengajar adalah kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada anak didiknya.

Metode ceramah adalah pidato yang disampaikan oleh seorang pembicara di depan kelompok pengunjung (dalam hal ini siswa).

Diskusi kelompok adalah percakapan yang direncanakan atau dipersiapkan diantara 3 atau lebih topik tertentu, dengan seorang pemimpin.

Panel adalah pembicaraan yang sudah direncanakan di depan pengunjung tentang sebuah topik. Studi kasus ialah sekumpulan situasi masalah, termasuk detail-detail yang memungkinkan kelompok menganalisis masalah itu. Brain storming adalah semacam cara pemecahan masalah, di mana anggota mengusulkan dengan cepat semua kemungkinan pemecahan yang terpikirkan. Studi kasus ialah sekumpulan situasi masalah, termasuk detail-detail yang memungkinkan kelompok menganalisis masalah itu. Diskusi formal ialah metode pemecahan masalah yang sistematis, mencakup :

  1. Penyampaian permasalahan ;
  2. Pengumpulan data ;
  3. Mempertimbangkan pemecahan yang mungkin ;
  4. Memilih cara pemecahan yang terbaik.

Keunggulan diskusi formal adalah membangkitkan pemikiran yang logis. Sedangkan kelemahannya, membutuhkan banyak waktu dan sulit, jika dipakai pada kelompok yang besar. Metode tanya jawab dapat dipakai untuk hal-hal berikut ini.

  1. Menanyakan kembali pelajaran yang telah diajarkan.
  2. Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerja sama siswa
  3. Memimpin pengamatan dan pemikiran siswa.

Kerja kelompok dapat diartikan sebagai suatu kegiatan belajar-mengajar yang membagi siswa dalam satu kelas menjadi beberapa kelompok tergantung pada beberapa faktor.

Media dapat diklasifikasi menjadi tiga golongan yaitu media visual, media audio, media audiovisual. Media visual yang tidak diproyeksikan adalah media yang tidak dapat dipantulkan di layar.

Pendekatan sosial perlu dikembangkan mengingat proses-proses sosial akan dialami oleh anak didik sehingga kegiatan belajar mengajar harus membantu anak didik untuk mengembangkan kemampuan hubungan dengan masyarakat dan hubungan antar pribadi.

Metode inkuiri sosial memungkinkan siswa berpikir dan mencari fakta-fakta, informasi, atau data yang mendukung pembuktian hipotesis dalam situasi bebas dan terarah. Langkah-langkah penggunaan metode inkuiri sosial

  1. Tahap orientasi
  2. Tahap penyusunan hipotesis.
  3. Tahap definisi.
  4. Tahap eksplorasi.
  5. Tahap pembuktian hipotesis.
  6. Tahap generalisasi.

Model-model yang serumpun dengan pendekatan personal adalah berikut ini.

  1. Model pengajaran moderatif 
  2. Model latihan kesadaran
  3. Model sinektik
  4. Model sistem konsepsional
  5. Model pertemuan kelas

Model pertemuan kelas dapat dibagi menjadi 3 sebagai berikut.

  1. Tipe pertemuan pemecahan masalah sosial.
  2. Tipe pertemuan terbuka.
  3. Tipe pertemuan terbuka-terarah

Dalam pertemuan kelas, tahap-tahap yang perlu dilalui adalah berikut ini.

  1. Menciptakan iklim yang mengundang ketertiban.
  2. Menyajikan masalah untuk diskusi.
  3. Mengembangkan pertimbangan nilai pribadi.

Mengidentifikasi alternatif tindakan. Merumuskan kesepakatan. Perilaku tindak lanjut. Pendekatan modifikasi perilaku adalah cara mengajar yang bertujuan mengusahakan terjadinya perilaku siswa. Pendekatan modifikasi perilaku dapat di bagi menjadi enam diantaranya sebagai berikut.

  1. Pengelolaan kontingensi
  2. Mawas diri atau pengendalian diri
  3. Relaksasi
  4. Reduksi stres
  5. Assertive training
  6. Direct training

 Model mengajar pengendalian diri melalui 5 tahap berikut.

  1. Pengenalan prinsip tingkah laku.
  2. Menetapkan data dasar.
  3. Menyiapkan program yang realistis 
  4. Pelaksanaan program
  5. Evaluasi dan tindak lanjut.

Pendekatan ekspositori menitikberatkan pada peranan guru dalam pengolahan dan penyampaian materi pelajaran yang telah siap diterima oleh siswa. Metode ceramah baik digunakan jika 

  1. Bahan yang diberikan merupakan bahan yang baru ;
  2. Jika jumlah siswa banyak ;
  3. Siswa dapat memahami informasi yang disampaikan melalui kata-kata.

Posting Komentar

0 Komentar